AABI‍TALITA BLOG
3.24.2013

3 Alasan Menapa Kita Menulis

Aktivitas blogging tidak terlepas dari kegiatan menulis artikel blog. Tulisan blog inilah yang menandakan adanya „kehidupan‟ sebuah blog. Dan gaya penyampaian tulisan Anda akan menjadi pembeda dan memberi keunikan tersendiri dalam pergaulan blogosphere. Untuk level lebih lanjut, tulisan Anda berpeluang menjadi sumber penghasilan layaknya jenis bisnis online lain seperti adsense, affiliasi, MLM online, jualan ebook, toko online dan sebagainya. Saya mulai dengan anggapan dasar bahwa menulis adalah aktivitas kompleks. Kegiatan ini melibatkan beberapa indera sekaligus. Mata, telinga, hidung, hati hingga perasaan terlibat di dalamnya. Pada kenyataannya, menulis bukan sekedar merangkai kata menjadi kalimat. Lalu kalimat menjadi paragraf dan seterusnya. Untuk tujuan jangka panjang, tulisan-tulisan Anda akan banyak berbicara dan mewakili keberadaan Anda di dunia maya.

Setidaknya, ada tiga hal yang berhubungan dengan menulis, baik menulis artikel blog, buku cetak maupun artikel media massa.

 1. Menulis sebagai ilmu. 
Menulis ada teorinya. Terdapat aturan, kaidah dan pakem yang membedakan satu tulisan dengan lainnya sehingga memunculkan beberapa kategori tulisan. Dan ini bisa dipelajari. Kalau Anda belum paham jenis-jenis tulisan, tidak ada salahnya Anda pelajari sejak sekarang. Baik melalui buku cetak, pencarian Google, buku elektronik, seminar dan media lainnya.

2. Menulis sebagai seni. 
Kalau sudah bicara seni, hal ini akan memasuki kawasan pribadi yang tidak dapat diintervensi siapapun. Menulis menjadi bentuk perwakilan diri dalam komunitas tertentu. Uniknya, tidak ada label baik ataupun buruk. Yang ada hanyalah diterima ataupun tidak diterima masyarakat.

3. Menulis sebagai keterampilan. 
Kemampuan menulis tidak hadir dalam sekejap dengan mengucapkan mantra sim salabim abra kadabra. Dibutuhkan latihan yang berulang-ulang dan ketekunan supaya kemampuan menulis benar-benar terasah. Meluangkan waktu satu jam tiap hari khusus untuk menulis bisa menjadi langkah awal yang bagus. Asal rutin ya. Kalau sekarang bisa menulis selama tiga jam lalu libur seminggu, sama saja bohong. Tak ada salahnya kalau sesekali Anda mengikuti pelatihan menulis yang sering diadakan Event Organizer di kota Anda. Tidak harus dari penulis terkenal. Karena kemampuan bukanlah warisan dari pesohor, melainkan murni hasil kerja keras Anda. Yang Anda butuhkan hanyalah suasana kondusif yang mendukung terciptanya iklim berpikir yang membawa prospek ke depan.

12 komentar

Saya masih dalam tahap belajar menulis ,sebenarnya ada rasa malu dengan susunan kalalimat postingan. Tapi tak apalah, pasti pembaca juga tahu maksud dari apa yang saya sampaikan. Terimakasih atas sharingnya .

sama mas saya jga begitu tp kata pepatah tak ada gading yang tak retak, jd kalo buat saya ya lebih baik menulis dari pada ngga sama sekali..hehe..

menulis untuk berbagi , yap salah satunya sudah di sebutkan di atas 'ilmu' :)

KY juga masih belajar menulis...kadang2 idea tak ada..bisa pusing heee

kalo sudah terlatih biasanya ide datang dengan sendirinya kali ya :)

ia betul bgt sob..trims sudah menyambangi blog ini, salam :)

saya tambahi yah? Menulis karena kecanduan, terbukti itu saya. hahahah

tp ga kecanduan ngopi kaya saya juga kan mbak? karena sering ngblog mlm hari :D

silahkan sob, sambil ngopi ya biar ga ngantuk :))

hmmm bermanfaat banget gan,, saya juga lagi belajar menulis nih,, masih belajar nyusun kata2 biar nyambung pembahasannya,,he :)

sip mbak kalo di latih terus tiap hari lama lama jadi terbiasa kalo udah terbiasa kata orang ide menulis itu akan mengalir dengan sendirinya :D

Terima kasih atas kunjungannya, silahkan berkomentar sesuai topik. Menuliskan link aktif tidak akan ditampilkan dalam komentar.Terima Kasih.